… Bismillahirrahmanirrahim …
Syukur
Alhamdulillah dan segala puji kami panjatkan untuk Allah, Zat yang
telah menyatukan dua hati dalam satu naungan cinta kepada-Nya. Shalawat
dan salam kepada suri tauladan kami, Rasulullah, yang menjadi lentera
untuk menerangi kalbu setelah kekelamannya. Semoga Allah menjaga
nyalanya dan memijarkannya ke seluruh ruang.
Pernikahan
adalah saat-saat yang paling berarti dalam sejarah hidup anak manusia.
Saat dimana dua manusia terikat dalam suatu ikatan suci yang terajut
melalui rangkaian kalimat sederhana, Ijab dan Qabul. Ikatan itu bernama
Mitsaqon Gholizho, yaitu perjanjian yang berat. Sungguh kami memahami
bahwa menjalin ikatan ini tidaklah mudah. Pernikahan adalah tempat
dimana kami akan saling menyesuaikan diri, mensyukuri kelebihan serta
menerima kekurangan masing-masing. Tempat dimana kami tidak hanya
bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadi
manusia yang lebih baik dan mencapai derajat taqwa.
Ya
Allah, kuatkanlah kaki kami untuk tetap melangkah dalam jalan yang
Engkau ridhoi menuju pernikahan yang barakah. Jadikan
keturunan-keturunan kami sebagai hamba yang selalu menegakkan agama-Mu.Ya
Allah, luluhkan hati kami dari kebekuannya untuk saling memahami
tatkala ujian-Mu datang pada rumah kami. Tenangkan pikiran kami di saat
amarah dan perbedaan pendapat yang datang menghampiri rumah kami.
Ya
Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam
cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam
dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu. Kukuhkanlah, ya
Allah, ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan
keindahan bertawakkal kepada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan
berma’rifat padaMu. Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Kekayaan
itu ada di hati. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan
memberi. Dengan kekayaan hati kita akan lebih mudah memberikan empati,
lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan mendengar
dengan sepenuh hati.
Tak
perlu kau tanya lagi siapa pemilik hati ini. Dialah Allah, Sang Pemilik
Hati sekaligus Pembolak Balik Hati. Ya Allah, tetapkanlah hati ini
dalam jalan yang Engkau ridhoi melalui pernikahan islami.
Syifa Fauziyah & Untung Triana
0 komentar:
Posting Komentar